PRISMA

PRISMA

Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Fisika FMIPA

Universitas Negeri Makassar

Abstrak. Telah dilakukan percobaan tentang prisma. Prisma adalah alat optik yang terbuat dari kaca flinta dan memiliki dua bidang bias yang tidak paralel serta memiliki sudut tertentu. Tujuan diadakannya percobaan ini adalah untuk mengtahui cara menggunakan spektrometer optik dengan benar, mengetahui prinsip pembiasan cahaya oleh prisma, dan mengetahui cara menentukan indeks bias dan daya dispersi pada prisma. Adapun alat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah spektrometer optik, prisma sama sisi, kaca pembesar, dan sumber cahaya spektrum diskrit. Pada percobaan prisma ini terdapat 2 kegiatan. Kegiatan pertama untuk mengetahui sudut bias prisma dan kedua untuk mengetahui indeks bias dan daya dispersi prisma. Dari hasil percobaan yang dilakukan diperoleh nilai sudut bias pada prisma sebesar |61,308 ±0,017|. indeks bias untuk setiap spektrum warna yaitu warna merah sebesar |1,34 ±0,02|, kuning sebesar |1,33 ±0,02|, dan biru sebesar |1,32±0,02|. Sedangkan daya dispersinya adalah |0,066 ±0,087|.

KATA KUNCI: dispersi, indeks bias, daya dispersi, sudut bias

Untuk lengkapnya download disini

Iklan
Dipublikasi di Laporan Fisika | Tag | Meninggalkan komentar

PERCOBAAN MELDE

PERCOBAAN MELDE

Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Fisika FMIPA UNM 2014

Abstrak.Telah dilakukan percobaan tentang percobaan melde. Percobaan melde merupakan suatu percobaan yang berguna untuk mengetahui terjadinya gelombang stasioner. Adapun tujuan dilakukannya percobaan ini adalah untuk mengetahui prinsip kerja gelombang tali, mengetahui hubungan antara cepat rambat gelombang dengan tegangan tali pada gelombang tali, dan mengetahui hubungan antara cepat rambat gelombang dengan rapat massa tali. Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah tali, vibrator, power supply, katrol, beban gantung, meteran, dan neraca ohauss 310 gram. Dari percobaan yang telah dilakukan hasil yang kami peroleh menunjukkan bahwa tegangan tali dengan cepat rambat gelombang berbanding lurus. Sedangkan antara rapat massa tali dengan cepat rambat gelombang berbanding terbalik.

KATA KUNCI: gelombang, cepat rambat gelombang, tegangan tali, rapat massa tali

Untuk lengkapnya download disini

Dipublikasi di Laporan Fisika | Tag | Meninggalkan komentar

JARAK FOKUS LENSA TIPIS

JARAK FOKUS LENSA TIPIS

Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Fisika FMIPA

Universitas Negeri Makassar

Abstrak. Telah dilakukan percobaan tentang jarak fokus lensa tipis. Lensa adalah benda bening yang dibatasi oleh dua permukaan dan minimal salah satu permukaannya itu merupakan bidang lengkung. Lensa tipis adalah lensa sederhana yang ketebalannya dapat diabaikan bila dibandingkan dengan panjang titik fokusnya Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah untuk menentukan jarak fokus sebuah lensa cembung dan lensa cekung, membuat grafik hubungan antara jarak bayangan dengan jarak bayangan benda sehingga diperoleh nilai jarak fokus berdasarkan grafik dan membandingkan nilai teoritis dengan hasil plot grafik jarak fokus lensa yang diperoleh. Adapun alat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah bangku optik, rel presisi, pemegang slide diafragma, bola lampu 12 V, 18 W, lensa cembung (f = 200 mm), lensa cekung (f = 100 mm), catu daya, layar optik penangkap bayangan, tempat lampu bertangkai, diafragma anak panah, kebel penghubung ganda dan mistar 100 cm. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan denngan membuat grafik diperoleh bahwa jarak fokus lensa cembung sebesar |0,048 ±0,001| cm dan jarak fokus lensa cekung sebesar |0,130 ±0,002| cm.

Kata kunci: jarak fokus, lensa cembung, lensa cekung

Untuk lengkapnya download disini

Dipublikasi di Laporan Fisika | Tag | Meninggalkan komentar

PEMANTULAN DAN PEMBIASAN

PEMANTULAN DAN PEMBIASAN

Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Fisika FMIPA

Universitas Negeri Makassar

Abstrak. Telah dilakukan percoban tentang pemantulan dan pembiasan. Pemantulan merupakan peristiwa perubahan arah rambat cahaya ke arah medium datangnya cahaya setelah menumbuk permukaan suatu medium sedangkan pembiasan adalah peristiwa pembelokan cahaya karena melalui batas mediu yang berbeda. Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah untuk mengetahui perilaku cahaya pada peristiwa pemantulan dan pembiasan, memahami prinsip-prinsip pemantulan sempurna, dan menentukan besar indeks bias bahan dengan hukum Snell. Adapun alaat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah sumber cahaya, rel optik, meja optik, cermin datar, cermin cekung, cermin cembung, rhombus, lensa positif, kaca planparalel, diafragma, celah ganda dan celah tunggal, mistar, busur derajat, dan kertas kerja.. Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh bahwa jarak fokus pada cermin cekung adalah |6,00±0,05| cm dan cermin cembung adalah |5,60±0,05|cm. Pada pembentukan bayangan pada cermin datar diperoleh bahwa bentuk bayangan yang terbentuk tidak sesuai dengan sifat cermin datar, dimana bayangan yang tebntuk memiliki jarak bayangan yng lebih kecil dari jarak benda dan tinggi bayangan lebih pendek daripada tinggi benda. membuktikan pembiasan kaca plan paralel dengan menentukan sudut datang dan sudut biasnya diperoleh hasil indeks bias rata-rata yang berasal dari udara ke kaca |1,40± 0,45| dan indeks bias yang berasal dari kaca ke udara adalah |0,69± 0,21| dan sudut kritis kaca sebesar 41° pada pemantulan sempurna.

KATA KUNCI: indeks bias, jarak fokus cermin, pemantulan, pembiasan,

Untuk lengkapnya download disini

Dipublikasi di Laporan Fisika | Tag | Meninggalkan komentar

DIFRAKSI PADA CELAH GANDA DAN CELAH BANYAK

DIFRAKSI PADA CELAH GANDA DAN CELAH BANYAK

Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Fiska FMIPA

Universitas Negeri Makassar

Abstrak. Telah dilakukan percobaan tentang difraksi pada celah ganda dan celah banyak. Difraksi merupakan peristiwa pembelokan atau pelenturan cahaya karena melewati sebuah celah yang sempit. Tujuan diadakannya percobaan ini adalah untuk memahami pengaruh jarak antar celah pada pembentukan pola difraksi pada celah ganda, memahami pengaruh lebar celah terhadap pembentukan pola difraksi pada celah ganda, memahami pengaruh banayk celah terhadap pembentukan pola difraksi, dan menentukan panjang gelombang laser. Adapun alat dan bahan yang dipakai pada percobaan ini adalah diafragma dengan 3 celah ganda 469 84, diafragma dengan 4 celah ganda 469 85, diafragma dengan 5 celah 469 86, laser He-Ne, dudukan dengan klip pegas, lensa dengan klip pegas, lensa dalam bingkai dengan fokus +5 mm dan fokus +50 mm, presisi bangku optic, pengendara 4 optik, layar, dan pelana dasar. Dari percobaan yang telah dilakukan, diperoleh bahwa jarak antar celah berpengaruh terhadap pembentukan pola difraksi artinya jika semakin kecil jarak antar celah yang digunakan maka semakin besar jarak pola difraksi yang terbentuk. Sementara itu, lebar celah dan banyak celah tidak berpengaruh terhadap pembentukan pola difraksi.

KATA KUNCI: difraksi, jarak antar celah, lebar celah, banyak celah

Untuk lengkapnya download disini

Dipublikasi di Laporan Fisika | Tag | Meninggalkan komentar

RANGKAIAN SERI DAN PARALEL

RANGKAIAN SERI DAN PARALEL

Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Fisika FMIPA UNM

Abstrak. Telah dilakukan percobaan tentang Rangkaian Seri dan Paralel. Tujuan diadakannya percobaan ini adalaah untuk mengetahui dan terampil merancang rangkaian seri dan paralel resistor, terampil dalam menempatkan dan menggunakan basicmeter, mampu membedakan fungsi susunan seri dan paralel resistor, memahami prinsip-prinsip hukum kirchoff, dan mampu membedakan karakteristik rangkaian seri dan paralel resistor. Adapun alat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah power supply, kabel penghubung ganda, basicmeter, dan 2 buah resistor dengan nilai dan . Percobaan ini dilakukan dengan 2 kegiatan yaitu rangkaian seri dan paralel dengan hasil yang diperoleh adalah untuk kegiatan pertama, kuat arus listrik |14±1|mA, sedangkan hasil dari teori |14,6 ±2,4|mA, |28 ± 1|mA hasil dari teori |29,1±2,4|mA, |42± 1|mA hasil dari teori |43,7±2,4|mA, |56 ± 1|mA hasil teori |53,4 ±2,4|mA. Untuk tegangan pada R1 pada hasil eksperimen |0,8±0,1|V dan teori |0,8±0,1|V, dan pada R2|2,0±0,1|V dan hasil teori |2,2±0,5 V. Sementara pada kegiatan 2, rangkaian parallel, hasil percobaan didapatkan kuat arus yang mengalir |80 ±10|mA dan hasil teori |74±12|mA, |140 ± 10|mA dan hasil teori |147±12|mA, |220 ± 10|mA dan hasil teori |220±12|mA, dan |260 ± 10|mA dan hasil teori |245±12|mA. Kesimpulan dari percobaan ini adalah pada rangkaian seri arus yang mengalir disetiap hambatan besarnya sama, sementara tegangan yang melewati setiap hambatan akan berbeda, namun jika dijumlahkan akan sama dengan tegangan sumber. Untuk rangkaian parallel, tegangan pada setiap hambatan sama, sedangkan kuat arus yang melewati setiap hambatan berbeda.

KATA KUNCI: tegangan, kuat arus, resistor, rangkaian seri, rangkaian paralelI

Untuk lengkapnya download disini

Dipublikasi di Laporan Fisika | Tag | Meninggalkan komentar

HUKUM OHM DAN HAMBATAN JENIS KAWAT

HUKUM OHM DAN HAMBATAN JENIS KAWAT

Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Fisika FMIPA UNM

Abstrak. Telah dilakukan percobaan tentang hukum ohm dan hambatan jenis kawat. Hukum Ohm merupakan hukum yang menyatakan besar kuat arus yang mengalir pada suatu hambatan akan sebanding dengan beda potensial yang mengalir pada kedua ujungnya. Tujuan diadakannya percobaan ini adalah memahami pengukuran kuat arus listrik dan beda potensial dengan menggunakan alat ukur, memahami pengaruh panjang kawat, luas penampang, dan hambatan jenis kawat terhadap beda potensial dan kuat arus listrik, memahami hambatan kawat dan hambatan jenis kawat, dan memahami hukum ohm. Adapun alat dan bahan yang dipakai pada percobaan ini adalah perangkat pengukuran resistansi bahan, power supply, multimeter LD analog 20, basicmeter, dan kabel penghubung.. dari hasil percobaan yang dilakukan diperoleh data, untuk diameter 1 mm, 0,7 mm, 0,5 mm, dan 0,35 mm, secara berturut-turut diperoleh nilai hambatan sebesar , , dan . Pada kegiatan 2 untuk l = 1 m dan 2 m diperoleh nilai R dan . Pada kegiatan 3 diperoleh R untuk kawat konstantan sebesar , dengan dan untuk kawat messing dengan . Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kuat arus listrik berbanding lurus dengan luas penampang dan berbnading terbalik dengan panjang kawat dan hambatan jenis kawat. Sementara itu, beda potensial beranding lurus dengan panjang kawat dan hambatan jenis kawat dan berbanding terbalik dengan luas penampangnya.

KATA KUNCI: hukum ohm, kuat arus listrik, beda potensial, hambatan

Untuk lengkapnya download disini

Dipublikasi di Tanpa kategori | Meninggalkan komentar